Tinggalkan komentar

my second caesar story


Memasuki minggu 2 terakhir kehamilan rasanya berat bener coz cuaca saat ini bener2 panas. Hari selasa pagi diriq mengalami diare dan muntah2. Kata saudara iparq sih mungkin salah satu tanda2 dedek mau lahir. Dianya maunya jalan lahi r nya bersih dari kotoran,  dia bikini bunya diare dan muntah2.

Kayaknya sih itu beneran coz setelah itu malamnya diriq mengalami kontraksi tapi ga sering sih masih beberapa jam sekali. Rabu pagi mulai deh kon traksinya meningkat menjadi 45 menit sekali. Berhubung hari itu adalah jadwal control sekalian den diriku berbenah kali aja si dedek memang mau lahir hari itu.

Pada saat diperiksa sama bu dokter ternyata memang dah bukaannyadah nambah satu. Beliau memberikan option mau langsung masuk atau jalan2 terus. Tapi berhubung diriq semalaman ga tidur gara2 batuk berat, yang tentu saja bikin tensiq naik daun dokternya menyarankan diriq buat ngamar saja biar gampang observasinya. Dan aq nurut aja deh biar selamat J

Setelah opname frekwensi kontraksi menjadi hampir 10 menit sekali, diriq berharap semoga untuk yang ini dapat melahirkan secara normal.

Ternyata selain kontraksiq semakin kenceng batuk dan pilekmun juga semakin mendera. Diriq jadi ga bisa tidur padahal dokter menyarankan agar aq banyak istirahat agar tensinya turun. Berhubung diriq khawatir ga bisa istirahat diriq brinisiatif untuk minum sanmol biar bisa tidur selain itu juga buat ngilanign sakit kepala.

Ternyata itu adalah kesalahan terbesarq, aq minum obat tanpa konsul dulu L as telah minum obat ternyata kontraksinya langsung berhenti L bikin aq stress aja. Coz dokter bilang klo bukaan ga bertambah dan tensi tidak turun diriq mesti operasi.

Bener2 bikin stress deh, dokter menambah dosis vitamin B untuk menambah kontraksi lagi, coz diriq ga boleh dikasih obat perangsang as selain darah tinggi daqu juga pas kelahiran pertama dah operasi, jadi takutnya nanti luka bekas operasinya kebuka jika dikasih perangsang.

Ternyata pembarian vit B ga ngaruh sama dedeknya. Jadinya hari jumat pagi diriq harus rela untuk di operasi lagi L

Jam 7 pagi meski dah merasakan kontraksi lagi, dokter tetepmenganjurkan untuk operasi dan ga boleh ditunda. Jadinya terpaksa deh diriq harus masuk ruang oprasi.

Jam 8 operasi mulai dilaksanakan, diriq dibius separuh aja. Dan untuk memasukkan obat bius, diriq  mesti ditekuk seperti posisi bayi dalam kandungan coz suntikan dimasukkan lewat punggung. Rasanya sakit dan setelahnya rasanya seperti kesemutan dan after that aq ga bisa merasakan dari perut kebawah.

Setelah beberapa saat, tepat jam 8.25 si dedek lahir suaranya kenceng bener, lega rasanya. Setelah itu diriq tertidur pulas.

Bangun bangun diriq dah di ruang pasca oparasi, perut rasanya perih ditambah lagi diriq batuk rasanya tersiksa bener. Setelah sekitar 10 menit diriq menunggu akhirnya diriq dibawa lagi kembali ke ruang bersalin. Setelah operasi diriq ga tau klo mengalami pendarahan (ini adalah salah satu efek dari eklamsi pas kehamilan pertama, katanya sih klo kehamilan sebelumnya eklamsi 90% kehamilan berikutnya pasti pendarahan)

Pasca operasi diriq diberi obat perangsang, yang minta ampun  rasanya bikin sakit…..

Ceritanya bersambung dulu ya…. Capek

artikel terkait :

1. perawatan pasca caesar

2. gerakan janin dlm kandungan

3. my first pregnancy story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: