Tinggalkan komentar

second day being hospitalized


Hari kedua dirumah sakit tidak ada perubahan yang berarti, tekanan darah masih nangkring di angka 140/100, sebenarnya sih malam harinya sempat turun 130/90 setelah dikasih obat penurun tekanan darah, paginya sempat diangka 120/90, perawatnya and diriq sempat seneng banget and dia bilang wah bu…klo kaya gini terus ibu tinggal dikasih obat penguat paru bayi ssekali lagi sama menghabiskan obat anti kejang trus boleh pulang…
Seneng rasanya mendengar kata pulang, coz rasanya tersiksa ga bisa gerak bebas dengan kateter dan infur memempel di tubuh.
Jangankan gerak menggeser badan aja rasanya sakit bener coz klo banyak gerak pasti yang namanya kateter ikut bergeser2 ini neh yg bikin siksaan Badan…
Kenaikan tensi ini started at working hour, when working hour is start…the phone start ringing too, almost every second, dimana every call bring a different problem I got to solved,mostly…only few call who ask about my health😦
The more telephone ringing the more stress I got…and that’s make my tension nangkring terus dia awang2..perawatnya sempat cemas juga coz tensi dari 120/100 langsung naik drastis ke 140/100.
Itu yang bikin acara ceking tensi darah and detak jantung bayi dilakukan hampir tiap 2 jam sekali, just like the first day.
Detak jantung bayi ini memang harus dilakukan takutnya si dedek kenapa2 as tensinya naik daun terus. Alhamdulillah…si dedek ga kenapa2. Detak ajntungnya stabil terus diangka 135 – 145. Masih angka aman. Sedangkan range detak janin normalnya diangka 120-160/ menit. Klo dah diluar range itu moms mesti prepare to get caesar…that scary…
After lunch the doctor came, after checking, interviewing me and take a look at my health report she said something that make my stress got worse, she said “ibu…klo kondisi ibu ini sampai besok ga ada perubahan. Masih pusing, tensi ga turun and hasil lab protein urine ga negatif diriq harus siap2 untuk caesar no other option. As aq juga dah pembukaan satu jadi sebenarnya emang si dedek dah pengin keluar katanya.
Disamping itu apabila protein urinenya positif itu merupakan salah satu tanda tanda akan terjadi eklamsi, and dia bilang eklamsi yang kedua biasanaya lebih buruk hasilnya dari yang pertama.ini shock terapy pertama dari dokter …
Dia pesen diriq mesti bener2 bed rest ga boleh terlalu stress jadi smua kegiatan kantor mesti dihentikan. How can dengan kerjaan seabrek daq harus matikan telp. Kan kasian temen2 dikantor.
Akhirnya setelah jam 7 malam barulah all office thing was stop. Diriq trus mulai acara relaksasi, untungnya my nela ada acara sama bapaknya di sekolah jadi ga ada yg ganggu acara relaksasi meski dilakukan terus menerus.
Selama relaksasi diriq juga banyak2 wirid dan berdoa smoga besok things will be better and no need to caesar, Bismillah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: